Explorer

Menelusuri Keindahan Ciptaan Tuhan YME

FILM FIKSI ILMIAH 2012 DOOMDAY Menyebabkan Kontroversi (PEmeran Utama Seorang Geologist) memandang dari sisi Aspek Geologi (Bagian I)

Ditulis oleh 3xplorer di/pada November 17, 2009

Dear all,

Sharing sedikit. Setelah menyaksikan berita yang ada di Media baik media cetak maupun media elektronik begitupun pula di Dunia Maya Internet beberapa hari ini yang menyoroti tentang Film Fiksi Hollywood 2012 yang mengundang kontroversi “Memang ada apa sich dengan Film tersebut dan seperti apa sich ceritanya?” Tanya ku dalam hati. Koq mengundang pro & Kontra?. Apa bedanya dengan film fiksi lainnya seperti halnya dengan “DEEP IMPACT”, “THE DAY AFTER TOMMORROW”, “END OF THE DAY”, “VOLCANOES”, “INDEPENDENCE DAY”, “THE HURRICANE”, “THE CORE” dan film fiksi ilmiah lainnya. Toch apa dinyana, dengan Hasil kontroversi tersebut malah menimbulkan rasa penasaran dari berbagai kalangan sehingga menyebabkan pula Film tersebut tiketnya habis terjual dan masuk dalam BOX OFFICE. Entah apa kontroversi tersebut salah satu strategi pemasaran dari Pembuat Film atau segelintir orang yang, jelas Film tersebut menarik perhatian sebahagian orang, termasuk geologist seperti saya. Kebetulan minggu lalu ada dinas ke Jakarta dan sempat jalan2 tuk nonton di Bioskop XXI Senayan City tanggal 12 November 2009 .

Setelah menonton Film tersebut ternyata dalam Film tersebut Tokoh Utamanya adalah seorang Doktor diBidang geologist. Sedikit Sinopsis dari Film tersebut: Film tersebut berisikan mengenai isu kiamat tahun 2012 telah mengguncang dunia selama beberapa tahun belakangan. Pada manuskrip peninggalan suku Maya yang tinggal di selatan Meksiko atau Guatemala yang dikenal menguasai ilmu falak (perbintangan), disebutkan bahwa kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012. Disebutkan juga pada waktu itu akan muncul gelombang galaksi yang besar-besaran sehingga mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka Bumi ini. Serta Gejala2 alam tersebut secara pandangan Geologist dalam hal ini Dr. Adrian Helmsey sebagai Penasihat Presiden Bidang Sains (AHLI GEOLOGY) mulai terbaca dan diprediksi dengan timbulnya gejala2 geologi dan geofisika yang perubahannya begitu cepat, seperti pergerakan lempeng, pergerakan Magma, Tzunami besar2an dll. Bahkan perpindahan arah dan Kutub Utara dan selatan dengan perpindahan medan magnet Bumi. Sehingga dalam waktu dan tempo yang begitu cepat terjadi perubahan yang drastis dan significant kondisi geologi bumi secara Global dari pergerakan magma, geologi bawa permukaan hingga geologi permukaan. Sehingga menyebabkan perubahan permukaan bumi dan iklim bumi secara Global. Timbul gunung api besar yang dimulai dari berubahnya Taman “Yellow Stone” di Amerika menjadi sebuah erupsi gunung api yang begitu besar, diikuti dengan hujan meteor hasil dari erupsi gunung api Yellow Stone, gempa, longsor, patahan, retakan, naik dan turunnya suatu daratan layaknya Host & Graben, dan kemudian Tsunami teramat besar sehingga mencapai gunung tertinggi di dunia Mount Everest di Tibet Cina. Yach namanya juga Film Fiksi belum bisa dinyatakan kebenaranya, seperti halnya dalam memprediksi suatu Gempa yang terjadi di suatu tempat belum ada yang bisa memprediksi secara benar kapan terjadinya gempa di suatu daerah atau Negara. Tapi yang jelas sang Sutradara dan penulis cerita disertai dengan special Efek yang dasyat mampu memukau semua orang dan kayaknya sedikit banyak paham dan mengerti atau pernah baca mengenai Ilmu Geologi. Namun mungkin saja hal itu bisa saja terjadi namun kita tidak tau kapan akan terjadinya.

Oleh Harold Kloser dan Roland Emmerich, fenomena itu dirangkai sedemikian rupa dengan fokus pada karakter bernama Jackson Curtis yang berjuang mati-matian untuk tetap hidup bersama keluarganya di tengah ancaman malapetaka besar yang sedang menimpa dunia. Emmerich yang juga menjabat sebagai sutradara menjanjikan petualangan seru dan mendebarkan melihat bagaimana dunia di ambang kehancuran. Sutradara Independence Day & The Day After Tommorrow ini dikenal sebagai kreator yang mampu menyajikan efek seru nan dahsyat. Film berjudul 2012 ini menelan biaya cukup besar mencapai 200 juta dollar.

Dibintangi antara lain : 

• John Cusack sebagai Jackson Curtis, penulis buku fiksi ilmiah yang bekerja sampingan sebagai supir limousine.

• Amanda Peet sebagai Kate, bekas istri Jackson

• Thandie Newton sebagai Laura Wilson, sebagai anak dari Presiden Wilson

• Danny Glover sebagai Presiden Wilson, Presiden Amerika Serikat

• Oliver Platt sebagai Carl Anheuser, Staf Kepresidenan AS

• Chiwetel Ejiofor sebagai Adrian Helmsey, penasihat Presiden bidang sains (DOCTOR BIDANG GEOLOGY)

• Woody Harrelson sebagai Charlie Frost, seseorang yang memprediksikan kiamat dan dianggap gila oleh orang lain. Harrelson membandingkan karakternya kepada figur mitologi Yunani, yaitu Cassandra, yang prediksinya diberhentikan/ dibatalkan

• Chin Han sebagai Lin Pang, seorang pekerja di Tibet • Thomas McCarthy sebagai Gordon, teman lelaki Kate saat ini

• Liam James sebagai Noah Curtis, putra Jackson dan Kate

• Morgan Lily sebagai Lilly Curtis, putri Jackson dan Kate

Bersambung.

Ditulis dalam Cuap-Cuap | Leave a Comment »

Tempe Bacem

Ditulis oleh 3xplorer di/pada November 16, 2009

Sejak naik gaji, Susi menikmati kenaikan gajinya dengan mengubah gaya hidupnya. Dulu, dia selalu membawa makanan dari rumahnya. Kadang-kadang nasi dengan telor dadar, atau nasi dengan sisa lauk kemarin yang sudah dihangatkan. Susi paling suka tempe bacem, yang warnanya sampai gelap dan rasanya semakin enak. Nasi dan tempe bacem memang makanan favoritnya.

Sudah dua bulan ini dia naik gaji karena jabatannya lebih tinggi.
Tentu saja tugas dan tanggung jawabnya semakin tinggi. Sekarang dia merasa malu kalau membawa makanan dari rumah. Kini setiap siang dia makan di luar. Dulu, banyak teman yang sering titip uang supaya dibawakan tempe bacem kesukaannya yang ternyata disukai juga oleh mereka. Sekarang mereka sering mengeluh karena Susi tidak mau lagi membawakan tempe bacem kesukaan mereka. “Ah, malas bawa makanan dari rumah lagi,” katanya setiap kali mereka menanyakan tempe bacemnya.

Susi menikmati gaya hidupnya yang berubah. Sekarang dia bisa makan ayam goreng keremes lengkap dengan es campur hampir tiap hari. Kadang-kadang nasi rames lengkap dengan sambal goreng ati, perkedel dan daging rendang serta telor dadar pedas serta jus buah. Enak juga sih.
Rasanya mewah. Kini Susi tidak pernah lagi makan bersama teman- temanya di ruang makan. Dia selalu memilih makan siang di luar. Kalau sedang sangat sibuk, baru dia minta dibelikan makanan dan akan makan di ruangannya sendiri.

Tanpa disangka tiga hari yang lalu terjadi sesuatu yang membuat Susi terheran-heran. Pak Jono, Presiden direktur, memanggil Susi untuk meminta laporan mingguan yang belum diterima. Kebetulan waktu itu sudah hampir jam makan siang. Susi datang ke ruangan beliau sambil membawa laporan yang diminta. Susi juga menjelaskan bahwa dia sudah menyerahkan laporan tersebut ke pak Jono. Pak Jono juga mengakui hal itu, tapi laporan itu terselip entah di mana, jadi pak Jono minta lagi.

Setelah berdiskusi sebentar, Pak Jono mengeluarkan kotak plastik berisi makanan. Beliau bertanya:”Susi sudah makan.” “Belum, pak,” jawab Susi. “Ya sudah, Susi makan dulu saja. Saya juga sudah lapar nih. Nanti kita lanjutkan lagi setelah makan siang.” Susi kemudian minta diri untuk keluar makan siang. Sambil mempersilahkan Susi keluar, pak Jono membuka kotak makan siangnya. Tanpa sengaja, Susi melihat isi kotak itu. Isinya nasi, orak-arik telor campur buncis dan tempe bacem. Hanya itu.

Tanpa sadar Susi bertanya:”Pak, kok Bapak bawa makanan dari rumah
sih?” “Memangnya kenapa,” tanya pak Jono. “Ya… malu kan Pak? Masa Presiden direktur bawa makanan dari rumah,” begitu jawab Susi.

Pak Jono hanya tersenyum ramah dan menjawab:”Mengapa harus malu?
Makanan ini penuh gizi, harga lebih murah, yang masak isteri saya,dan saya tidak perlu repot cari makanan lagi. Lagipula ini makanan kesukaan saya. Mau coba.” Sambil tersenyum malu, Susi mengucapkan terima kasih.

Kejadian itu membuat Susi terheran. Kok Pak Jono tidak malu membawa makanan dari rumah ya? Tapi, memang setelah dipikir, mengapa harus malu? Kan banyak keuntungannya? Lebih murah, rasanya lebih sesuai selera sendiri, tidak perlu berpanas-panas keluar kantor mencari makanan, dan bisa memilih makanan kesukaan. Tiba-tiba, dia kangen lagi dengan tempe bacem buatan ibunya. Tempe bacem kesukaannya. Tempe bacem yang juga disukai teman-temannya.

Dua hari yang lalu, Susi membawa lagi makanan dari rumah. Dia membawa banyak tempe bacem dan membagikannya pada teman-temannya di ruang makan. Semua temannya sangat senang bisa makan tempe bacem lagi.
Rasanya sudah bertahun-tahun mereka tidak makan tempe bacem. Padahal baru dua bulan. Susi terharu melihatnya.

Kini dia baru bisa mensyukuri keadaannya. Tidak perlu malu membawa makanan dari rumah. Pak Jono saja setiap hari selalu membawa makanan dari rumah. Padahal gaji dan kedudukan beliau kan lebih tinggi dari Susi? Untuk apa memboroskan uang gaji untuk makan mewah setiap hari?
Sepertinya dia mengorbankan uangnya untuk membeli makanan yang lebih mahal hanya untuk kenikmatan sesaat dan untuk menuruti perasaan sombong akibat naik gaji dan naik jabatan.

Hari ini Susi membawa tempe bacem lagi karena kemarin banyak yang titip minta dibawakan. Malah mereka ingin membayar tempe bacem yang dibawanya. Susi tersenyum saja. Dia telah menemukan kenikmatan makan siangnya kembali.

Tadi siang ketika rapat, Pak Jono bertanya pada Susi:”Makan di mana
tadi.” Sambil tersenyum malu Susi menjawab:”Di ruang makan pak. Saya bawa dari rumah kok.” Pak Jono berhenti sebentar memandangnya lalu tersenyum sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

Senyum Pak Jono mengandung banyak arti. Sepertinya beliau tahu mengapa Susi berubah. Tapi Susi senang. Dia ingat: If you have more money, do not change your life ! You will be rich!

(Sumber:Milist)

Ditulis dalam Artikel | 1 Komentar »

.:: SINGLE HAPPY ::. Oppie Andaresta

Ditulis oleh 3xplorer di/pada September 26, 2009

mereka bilang aku pemilih dan kesepian
terlalu keras menjalani hidup
beribu nasehat dan petuah yang diberikan
berharap hidupku bahagia

reff:
aku baik baik saja
menikmati hidup yang aku punya
hidupku sangat sempurna
I’m single and very happy
mengejar mimpi mimpi indah
bebas lakukan yang aku suka
berteman dengan siapa saja
I’m single and very happy

mereka bilang sudah saatnya karena usia
untuk mencari sang kekasih hati
tapi kuyakin akan datang pasangan jiwaku
pada waktu dan cara yang indah

back to reff:

waktu terus berjalan tak bisa kuhentikan
kuinginkan yang terbaik untuk hidupku

back to reff:

Ditulis dalam Cuap-Cuap | Leave a Comment »

~~~PADI FIELD~~~

Ditulis oleh 3xplorer di/pada September 7, 2009

DSC_0560a

Ditulis dalam Fotografi | Leave a Comment »

Jangan Menyerah- D’Masiv

Ditulis oleh 3xplorer di/pada Agustus 4, 2009

Jangan menyerah, itulah sebait kata yang dilontarkan dari lagu band D’Masiv yang bisa memberikan motivasi kepada kita semua untuk tidak menyerah kepada keadaan apapun keadaan kita dan selalu bersyukur atas apa yang diberikan oleh Tuhan YME. Terkadang kita jika dirundung masalah mudah stress, mudah menyerah dan patah semangat. Namun dengan lagu itu sebagai motivasi agar selalu semangat. Tuhan tidak akan mecoba hambanya diluar dari kemampuan hambanya tersebut, jadi pasti ada jalan keluarnya dan selalu berserah diri kepada yang maha kuasa. Berikut ini Lirik dari lagu D’Masiv tersebut.

Lirik Lagu D’Masiv – Jangan Menyerah

 

Tak ada manusia

Yang terlahir sempurna

Jangan kau sesali

Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah

Dapatkan cobaan yang berat

Seakan hidup ini

Tak ada artinya lagi

Reff 1:

Syukuri apa yang ada

Hidup adalah anugerah

Tetap jalani hidup ini

Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia

Yang terlahir sempurna

Jangan kau sesali

Segala yang telah terjadi

Back to Reff 1

Reff 2:

Tuhan pasti kan menunjukkan

Kebesaran dan kuasanya

Bagi hambanya yang sabar

Dan tak kenal Putus asa

Back to Reff 1

Back to Reff 2

Ditulis dalam Cuap-Cuap | 4 Komentar »

~~~MANCING MANIA~~~

Ditulis oleh 3xplorer di/pada Juni 20, 2009

Trolling in Bone Gulf

Trolling in Bone Gulf

Ditulis dalam Fotografi | 8 Komentar »

Intermezo

Ditulis oleh 3xplorer di/pada Juni 20, 2009

DSC_0533Hujan menyisakan gerimis dingin sore kemarin. Langkah-langkah kecilku terayun menyusuri jalanan yang basah. Ajakan beberapa teman untuk naik mobil jemputan tak kuturuti. Aku ingin sendirian. Merasakan kembali dinginnya hujan. Menikmati lagi gerimis yang terkadang membuat hati miris. Menghabiskan sore setelah pekerjaan yang menumpuk usai.

Berjalan sendirian dalam gerimis menyisakan tanya dalam hati. Kapan sesungguhnya semua akan berakhir. Semua yang akhir-akhir ini menyapaku dengan tidak ramah. Menghimpitku sehingga aku sulit bernapas. Mengganggu kehidupanku. Membuat hariku tak lagi penuh warna. Ah, tapi bukankah seseorang akan menjadi kuat jika ia tahan terhadap apapun juga yang terjadi dalam hidupnya, pikirku menghibur diri.

Cengeng, batinku bergumam saat gerimis jatuh dari sudut mata. Apapun yang terjadi sekarang adalah hasil dari pilihan di hari kemarin. Jadi terimalah semuanya dengan hati yang sabar, hiburku lagi. Kaki masih tetap melangkah pelan. Menikmati gerimis yang tetap jatuh meninggalkan tanah yang basah dihadapanku.

Syukurilah apa yang selama ini telah kamu dapatkan, sisi hatiku berbicara pelan. Jangan merasa bahwa kau orang yang kalah, katanya lagi. Sesuatu tidak bisa didapat hanya dengan sekedipan mata. Bila saat ini kau merasa tidak berarti, coba lihat kembali perjalananmu selama ini. Jangan dulu lihat hasilnya, lihatlah proses yang telah kamu lewati. Lihat apa-apa yang telah kamu perbuat selama ini.

Ayo, bangkit. Semua kesusahan pasti ada jalan keluar, optimislah. Jika kau rasa hidup orang lain ternyata lurus-lurus saja, disitulah seharusnya kamu bersyukur. Dengan melewati berbagai hal dalam hidup, sesungguhnya kamu sedang ditempa menjadi manusia pilihan, manusia tangguh yang tak gentar menghadapi apapun. Ayolah… bisik hatiku diantara gerimis yang tak jua berhenti.

Perjalanan dibawah payung diantara gerimis dingin yang menyapa lembut raga menghasilkan satu keputusan, bahwa aku harus tegar, tidak mudah memang, tapi ini sebuah keharusan! Apapun itu, aku pasti bisa melewatinya. Bukankah selama ini aku berusaha untuk selalu dekat denganNya? tak mungkin ia biarkan seseorang berada terus dalam kesempitan. Pasti ada saat dimana duka berganti. Pelangi pasti kan kembali hadir mewarnai hidupku. Aku harus menghadapi semua ini, ya, aku harus berani melewati ini semua sambil tetap berusaha dan tak berhenti berdo’a. Aku hanya perlu sabar menunggu waktu itu.

Bersyukurlah atas apapun yang pernah kamu dapatkan selama ini. Atas semua kesedihan yang membuatmu tegar. Atas semua kesusahan yang menjadikan dirimu tangguh. Atas segala kesempitan yang membuatmu selalu berusaha dekat denganNya. Juga bersyukurlah bahwa selama ini kau telah diberi kesempatan untuk terus berubah dan berubah untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari. Meskipun jalannya tak selalu mulus. Ada saat dimana kamu merasa terpuruk, terluka, tersakiti, tak berarti, tak berdaya, tapi itu tidak selamanya.

Bersyukurlah atas semuanya karena itu berarti Ia mencintaimu. Ia memberikan semua itu karena Ia ingin kau menjadi manusia pilihan, yang akan memberikan manfaat bagi lingkungannya, sekecil apapun manfaat itu. Percayalah, dan bersabarlah… bisik hatiku lagi, pelan, namun cukup membuatku tersenyum dan siap melewati kembali hari esok. Semoga.

Ditulis dalam Cuap-Cuap | 2 Komentar »

Rantai Kebaikan

Ditulis oleh 3xplorer di/pada April 7, 2009

fantasia-wallpaper1Pada suatu hari seorang pria melihat seorang wanita lanjut usia sedang berdiri kebingungan di pinggir jalan. Meskipun hari agak gelap, pria itu dapat melihat bahwa sang nyonya sedang membutuhkan pertolongan. Maka pria itu menghentikan mobilnya di depan mobil Benz wanita itu dan keluar menghampirinya. Mobil Pontiac-nya masih menyala ketika pria itu mendekati sang nyonya.

Meskipun pria itu tersenyum, wanita itu masih ketakutan. Tak ada
seorangpun berhenti menolongnya selama beberapa jam ini. Apakah pria ini akan melukainya? Pria itu kelihatan tak baik. Ia kelihatan miskin dan kelaparan.

Sang pria dapat melihat bahwa wanita itu ketakutan, sementara berdiri di sana kedinginan. Ia mengetahui bagaimana perasaan wanita itu. Ketakutan itu membuat sang nyonya tambah kedinginan.

Kata pria itu, “Saya di sini untuk menolong anda, Nyonya. Masuk ke dalam mobil saja supaya anda merasa hangat! Ngomong-ngomong, nama saya Bryan Anderson .”

Wah, sebenarnya ia hanya mengalami ban kempes, namun bagi wanita lanjut seperti dia, kejadian itu cukup buruk. Bryan merangkak ke bawah bagian sedan, mencari tempat untuk memasang dongkrak. Selama mendongkrak itu beberapa kali jari-jarinya membentur tanah. Segera ia dapat mengganti ban itu. Namun akibatnya ia jadi kotor dan tangannya terluka.

Ketika pria itu mengencangkan baut-baut roda ban, wanita itu menurunkan kaca mobilnya dan mencoba ngobrol dengan pria itu. Ia mengatakan kepada pria itu bahwa ia berasal dari St. Louis dan hanya sedang lewat di jalan ini. Ia sangat berutang budi atas pertolongan pria itu.

Bryan hanya tersenyum ketika ia menutup bagasi mobil wanita itu. Sang nyonya menanyakan berapa yang harus ia bayar sebagai ungkapan terima kasihnya. Berapapun ju mlahnya tidak menjadi masalah bagi wanita kaya itu. Ia sudah membayangkan semua hal mengerikan yang mungkin terjadi seandainya pria itu tak menolongnya.

Bryan tak pernah berpikir untuk mendapat bayaran. Ia menolong orang lain tanpa pamrih. Ia biasa menolong orang yang dalam kesulitan, dan Tuhan mengetahui bahwa banyak orang telah menolong dirinya pada waktu yang lalu. Ia biasa menjalani kehidupan seperti itu, dan tidak pernah ia berbuat hal sebaliknya.

Pria itu mengatakan kepada sang nyonya bahwa seandainya ia ingin membalas kebaikannya, pada waktu berikutnya wanita itu melihat seseorang yang memerlukan bantuan, ia dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada orang itu, dan Bryan menambahkan, “Dan ingatlah kepada saya.”

Bryan menunggu sampai wanita itu menyalakan mobilnya dan berlalu. Hari itu dingin dan membuat orang depresi, namun pria itu merasa nyaman ketika ia pulang ke rumah, menembus kegelapan senja.

Beberapa kilometer dari tempat itu sang nyonya melihat sebuah kafe kecil. Ia turun dari mobilnya untuk sekedar mencari makanan kecil, dan menghangatkan badan sebelum pulang ke rumah. Restoran itu nampak agak kotor. Di luar kafe itu ada dua pompa bensin yang sudah tua. Pemandangan di sekitar tempat itu sangat asing baginya.

Sang pelayan mendatangi wanita itu dan membawakan handuk bersih untuk mengelap rambut wanita itu yang basah. Pelayan itu tersenyum manis meskipun ia tak dapat menyembunyikan kelelahannya berdiri sepanjang hari. Sang nyonya melihat bahwa pelayan wanita itu sedang hamil hampir delapan bulan, namun pelayan itu tak membiarkan keadaan dirinya mempengaruhi sikap pelayanannya kepada para pelanggan restoran. Wanita lanjut itu heran bagaimana pelayan yang tidak punya apa-apa ini dapat memberikan suatu pelayanan yang baik kepada orang asing seperti dirinya.  Dan wanita lanjut itu ingat kepada Bryan .

Setelah wanita itu menyelesaikan makanannya, ia membayar dengan uang kertas $ 100. Pelayan wanita itu dengan cepat pergi untuk memberi uang kembalian kepada wanita itu. Ketika kembali ke mejanya, sayang sekali wanita itu sudah pergi. Pelayan itu bingung kemana perginya wanita itu.
Kemudian ia melihat sesuatu tertulis pada lap di meja itu.

Ada butiran air mata ketika pelayan itu membaca apa yang ditulis wanita itu: “Engkau tidak berutang apa-apa kepada saya.. Saya juga pernah ditolong orang. Seseorang yang telah menolong saya, berbuat hal yang sama seperti yang saya lakukan. Jika engkau ingin membalas kebaikan saya, inilah yang harus engkau lakukan: ‘Jangan biarkan rantai kasih ini berhenti padamu.’”

Di bawah lap itu terdapat empat lembar uang kertas $ 100 lagi.

Wah, masih ada meja-meja yang harus dibersihkan, toples gula yang harus diisi, dan orang-orang yang harus dilayani, namun pelayan itu memutuskan untuk melakukannya esok hari saja. Malam itu ketika ia pulang ke rumah dan setelah semuanya beres ia naik ke ranjang. Ia memikirkan tentang uang itu dan apa yang telah ditulis oleh wanita itu. Bagaimana wanita baik hati itu tahu tentang berapa jumlah uang yang ia dan suaminya butuhkan? Dengan ke lahiran bayinya bulan depan, sangat sulit mendapatkan uang yang cukup.

Ia tahu betapa suaminya kuatir tentang keadaan mereka, dan ketika
suaminya sudah tertidur di sampingnya, pelayan wanita itu memberikan ciuman lembut dan berbisik lembut dan pelan, “Se galanya akan beres. Aku mengasihimu, Bryan Anderson!”

Ada pepatah lama yang berkata, “Berilah maka engkau diberi.” Hari ini saya mengirimkan kisah menyentuh ini dan saya harapkan anda meneruskannya. Biarkan terang kehidupan kita bersinar. Jangan hapus kisah ini, jangan biarkan saja! Kirimkan kepada teman-teman anda! Teman baik itu seperti bintang-bintang di langit. Anda tidak selalu dapat melihatnya, namun anda tahu mereka selalu ada.. Tuhan memberkati anda !

Salam Persahabatan

Ditulis dalam Artikel | Leave a Comment »

Hari Kasih Sayang

Ditulis oleh 3xplorer di/pada Februari 17, 2009

Beberapa Hari yang lalu tepatnya tanggal 14 February 2009, khalayak umum utamanya kalangan remaja dan dewasa memperingati hari “VALENTINE” atau hari kasih sayang dimana pada hari itu semua orang memperlihatkan kasih sayangnya kepada pasangan, istri, pacar, kerabat dan keluarganya dengan caranya masing-masing. Namun bagi sejumlah kalangan dan juga saya berpikir bahwa kasih sayang itu diungkapkan bukan hanya pada tanggal 14 Feb saja, namun setiap hari dan setiap waktu kita mesti menebarkan kasih dan sayang kepada sesama dan pada umat manusia. Implementasi dari kasih sayang itu sendiri dapat diwujudkan dengan berbagai cara baik itu ucapan, surat, sms dan tingkah laku kita sesama manusia baik itu pacar, pasangan hidup, istri, teman, sahabat, kerabat dan keluarga.

Bukan Titik yang menyebabkanTinta, Melainkan Tinta yang menyebabkan titik

Bukan Cantik yang menyebabkan Cinta, Melainkan Cintalah yang menyebabkannya menjadi Cantik.

Ditulis dalam Cuap-Cuap | Leave a Comment »

Hidup Hanya Sebuah Perjalanan

Ditulis oleh 3xplorer di/pada Januari 14, 2009

Dulu, ada seorang Kaisar yang mengatakan pada salah seorang penunggang kudanya, jika dia bisa naik kuda dan menjelajahi daerah seluas apapun, Kaisar akan memberikan kepadanya daerah seluas yang bisa dijelajahinya. Kontan si penunggang kuda itu melompat ke punggung kudanya dan melesat secepat mungkin untuk menjelajahi dataran seluas mungkin.
Dia melaju dan terus melaju, melecuti kudanya untuk lari secepat mungkin. Ketika lapar dan letih, dia tidak berhenti karena dia ingin menguasai dataran seluas mungkin. Akhirnya, sampailah dia pada suatu tempat di mana cukup luas daerah telah berhasil dijelajahinya, dan dia menjadi begitu kelelahan dan hampir mati. Lalu dia berkata terhadap dirinya sendiri, “Mengapa aku memaksa diri begitu keras untuk menguasai daerah yang begitu luas? Sekarang aku sudah sekarat, dan aku hanya butuh tempat yang begitu kecil untuk menguburkan diriku sendiri.”

Cerita ini mirip dengan perjalanan hidup kita. Kita memaksa diri begitu keras tiap hari untuk mencari uang, kuasa, dan keyakinan diri. Kita mengabaikan kesehatan kita, waktu kita bersama keluarga, dan kesempatan mengagumi keindahan sekitar, hal-hal yang ingin kita lakukan, dan juga kehidupan rohani dan pelayanan kita. Suatu hari ketika kita menoleh ke belakang, kita akan melihat betapa kita tidak membutuhkan sebanyak itu, tapi kita tak mampu memutar mundur waktu atas semua yang tidak sempat kita lakukan. Maka, sempatkanlah untuk memikirkan barang sejenak apa yang akan kita lakukan apabila kita mati besok. Atau apa yang akan kita lakukan jika kita meninggal dalam waktu seminggu? Sebulan? Setahun? Sepuluh tahun? 40 tahun lagi? Bukankah suatu hal yang menyenangkan sekaligus menyeramkan mengetahui kapan kita akan mati? Cuma yaitu–kita tidak tahu, kita semua tidak ada yang tahu… Jalanilah hidup yang seimbang!
Belajarlah untuk menghormati dan menikmati kehidupan, dan yang terutama :
Mengetahui apa yang TERPENTING dalam hidup ini.
 

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

Ditulis dalam Cuap-Cuap | 1 Komentar »