Latest Entries »

Are You Ready To Rock??

Lokasi: Bulu Poloe, Teluk Bone Malili Sulawesi Selatan

Data Teknis: F-Number F/9, Exposure Time 1/320 sec, ISO 200, Focal lenght 20 mm, Exposure compensation -0,33 step

.:: Gunung Merapi From the Top ::.

.:: Gunung Merapi From the Top ::.

Lokasi : Dari atas Pesawat Lion Air…Diatas Gunung Merapi

Data Teknis :  F Number F/5.6, Exposure Time 1/1250 Sec, ISO 200, Focal Length 55 mm

@Tak Peduli Akan Umurku@

@Tak Peduli Akan Umurku@

Ku Khan selalu semangat demi sesuap nasi & Sekolah Anakku

Lokasi: Desa Krapyak, Sleman, Yogyakarta

Data Teknis : F-Number F/5.6, Exposure time 1/30 s, ISO 200, Focal Lenght 55 mm, Exposure bias value 0.00 ev

Dear all,

Sharing sedikit. Setelah menyaksikan berita yang ada di Media baik media cetak maupun media elektronik begitupun pula di Dunia Maya Internet beberapa hari ini yang menyoroti tentang Film Fiksi Hollywood 2012 yang mengundang kontroversi “Memang ada apa sich dengan Film tersebut dan seperti apa sich ceritanya?” Tanya ku dalam hati. Koq mengundang pro & Kontra?. Apa bedanya dengan film fiksi lainnya seperti halnya dengan “DEEP IMPACT”, “THE DAY AFTER TOMMORROW”, “END OF THE DAY”, “VOLCANOES”, “INDEPENDENCE DAY”, “THE HURRICANE”, “THE CORE” dan film fiksi ilmiah lainnya. Toch apa dinyana, dengan Hasil kontroversi tersebut malah menimbulkan rasa penasaran dari berbagai kalangan sehingga menyebabkan pula Film tersebut tiketnya habis terjual dan masuk dalam BOX OFFICE. Entah apa kontroversi tersebut salah satu strategi pemasaran dari Pembuat Film atau segelintir orang yang, jelas Film tersebut menarik perhatian sebahagian orang, termasuk geologist seperti saya. Kebetulan minggu lalu ada dinas ke Jakarta dan sempat jalan2 tuk nonton di Bioskop XXI Senayan City tanggal 12 November 2009 .

Setelah menonton Film tersebut ternyata dalam Film tersebut Tokoh Utamanya adalah seorang Doktor diBidang geologist. Sedikit Sinopsis dari Film tersebut: Film tersebut berisikan mengenai isu kiamat tahun 2012 telah mengguncang dunia selama beberapa tahun belakangan. Pada manuskrip peninggalan suku Maya yang tinggal di selatan Meksiko atau Guatemala yang dikenal menguasai ilmu falak (perbintangan), disebutkan bahwa kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012. Disebutkan juga pada waktu itu akan muncul gelombang galaksi yang besar-besaran sehingga mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka Bumi ini. Serta Gejala2 alam tersebut secara pandangan Geologist dalam hal ini Dr. Adrian Helmsey sebagai Penasihat Presiden Bidang Sains (AHLI GEOLOGY) mulai terbaca dan diprediksi dengan timbulnya gejala2 geologi dan geofisika yang perubahannya begitu cepat, seperti pergerakan lempeng, pergerakan Magma, Tzunami besar2an dll. Bahkan perpindahan arah dan Kutub Utara dan selatan dengan perpindahan medan magnet Bumi. Sehingga dalam waktu dan tempo yang begitu cepat terjadi perubahan yang drastis dan significant kondisi geologi bumi secara Global dari pergerakan magma, geologi bawa permukaan hingga geologi permukaan. Sehingga menyebabkan perubahan permukaan bumi dan iklim bumi secara Global. Timbul gunung api besar yang dimulai dari berubahnya Taman “Yellow Stone” di Amerika menjadi sebuah erupsi gunung api yang begitu besar, diikuti dengan hujan meteor hasil dari erupsi gunung api Yellow Stone, gempa, longsor, patahan, retakan, naik dan turunnya suatu daratan layaknya Host & Graben, dan kemudian Tsunami teramat besar sehingga mencapai gunung tertinggi di dunia Mount Everest di Tibet Cina. Yach namanya juga Film Fiksi belum bisa dinyatakan kebenaranya, seperti halnya dalam memprediksi suatu Gempa yang terjadi di suatu tempat belum ada yang bisa memprediksi secara benar kapan terjadinya gempa di suatu daerah atau Negara. Tapi yang jelas sang Sutradara dan penulis cerita disertai dengan special Efek yang dasyat mampu memukau semua orang dan kayaknya sedikit banyak paham dan mengerti atau pernah baca mengenai Ilmu Geologi. Namun mungkin saja hal itu bisa saja terjadi namun kita tidak tau kapan akan terjadinya.

Oleh Harold Kloser dan Roland Emmerich, fenomena itu dirangkai sedemikian rupa dengan fokus pada karakter bernama Jackson Curtis yang berjuang mati-matian untuk tetap hidup bersama keluarganya di tengah ancaman malapetaka besar yang sedang menimpa dunia. Emmerich yang juga menjabat sebagai sutradara menjanjikan petualangan seru dan mendebarkan melihat bagaimana dunia di ambang kehancuran. Sutradara Independence Day & The Day After Tommorrow ini dikenal sebagai kreator yang mampu menyajikan efek seru nan dahsyat. Film berjudul 2012 ini menelan biaya cukup besar mencapai 200 juta dollar.

Dibintangi antara lain : 

• John Cusack sebagai Jackson Curtis, penulis buku fiksi ilmiah yang bekerja sampingan sebagai supir limousine.

• Amanda Peet sebagai Kate, bekas istri Jackson

• Thandie Newton sebagai Laura Wilson, sebagai anak dari Presiden Wilson

• Danny Glover sebagai Presiden Wilson, Presiden Amerika Serikat

• Oliver Platt sebagai Carl Anheuser, Staf Kepresidenan AS

• Chiwetel Ejiofor sebagai Adrian Helmsey, penasihat Presiden bidang sains (DOCTOR BIDANG GEOLOGY)

• Woody Harrelson sebagai Charlie Frost, seseorang yang memprediksikan kiamat dan dianggap gila oleh orang lain. Harrelson membandingkan karakternya kepada figur mitologi Yunani, yaitu Cassandra, yang prediksinya diberhentikan/ dibatalkan

• Chin Han sebagai Lin Pang, seorang pekerja di Tibet • Thomas McCarthy sebagai Gordon, teman lelaki Kate saat ini

• Liam James sebagai Noah Curtis, putra Jackson dan Kate

• Morgan Lily sebagai Lilly Curtis, putri Jackson dan Kate

Bersambung.

Tempe Bacem

Sejak naik gaji, Susi menikmati kenaikan gajinya dengan mengubah gaya hidupnya. Dulu, dia selalu membawa makanan dari rumahnya. Kadang-kadang nasi dengan telor dadar, atau nasi dengan sisa lauk kemarin yang sudah dihangatkan. Susi paling suka tempe bacem, yang warnanya sampai gelap dan rasanya semakin enak. Nasi dan tempe bacem memang makanan favoritnya.

Sudah dua bulan ini dia naik gaji karena jabatannya lebih tinggi.
Tentu saja tugas dan tanggung jawabnya semakin tinggi. Sekarang dia merasa malu kalau membawa makanan dari rumah. Kini setiap siang dia makan di luar. Dulu, banyak teman yang sering titip uang supaya dibawakan tempe bacem kesukaannya yang ternyata disukai juga oleh mereka. Sekarang mereka sering mengeluh karena Susi tidak mau lagi membawakan tempe bacem kesukaan mereka. “Ah, malas bawa makanan dari rumah lagi,” katanya setiap kali mereka menanyakan tempe bacemnya.

Susi menikmati gaya hidupnya yang berubah. Sekarang dia bisa makan ayam goreng keremes lengkap dengan es campur hampir tiap hari. Kadang-kadang nasi rames lengkap dengan sambal goreng ati, perkedel dan daging rendang serta telor dadar pedas serta jus buah. Enak juga sih.
Rasanya mewah. Kini Susi tidak pernah lagi makan bersama teman- temanya di ruang makan. Dia selalu memilih makan siang di luar. Kalau sedang sangat sibuk, baru dia minta dibelikan makanan dan akan makan di ruangannya sendiri.

Tanpa disangka tiga hari yang lalu terjadi sesuatu yang membuat Susi terheran-heran. Pak Jono, Presiden direktur, memanggil Susi untuk meminta laporan mingguan yang belum diterima. Kebetulan waktu itu sudah hampir jam makan siang. Susi datang ke ruangan beliau sambil membawa laporan yang diminta. Susi juga menjelaskan bahwa dia sudah menyerahkan laporan tersebut ke pak Jono. Pak Jono juga mengakui hal itu, tapi laporan itu terselip entah di mana, jadi pak Jono minta lagi.

Setelah berdiskusi sebentar, Pak Jono mengeluarkan kotak plastik berisi makanan. Beliau bertanya:”Susi sudah makan.” “Belum, pak,” jawab Susi. “Ya sudah, Susi makan dulu saja. Saya juga sudah lapar nih. Nanti kita lanjutkan lagi setelah makan siang.” Susi kemudian minta diri untuk keluar makan siang. Sambil mempersilahkan Susi keluar, pak Jono membuka kotak makan siangnya. Tanpa sengaja, Susi melihat isi kotak itu. Isinya nasi, orak-arik telor campur buncis dan tempe bacem. Hanya itu.

Tanpa sadar Susi bertanya:”Pak, kok Bapak bawa makanan dari rumah
sih?” “Memangnya kenapa,” tanya pak Jono. “Ya… malu kan Pak? Masa Presiden direktur bawa makanan dari rumah,” begitu jawab Susi.

Pak Jono hanya tersenyum ramah dan menjawab:”Mengapa harus malu?
Makanan ini penuh gizi, harga lebih murah, yang masak isteri saya,dan saya tidak perlu repot cari makanan lagi. Lagipula ini makanan kesukaan saya. Mau coba.” Sambil tersenyum malu, Susi mengucapkan terima kasih.

Kejadian itu membuat Susi terheran. Kok Pak Jono tidak malu membawa makanan dari rumah ya? Tapi, memang setelah dipikir, mengapa harus malu? Kan banyak keuntungannya? Lebih murah, rasanya lebih sesuai selera sendiri, tidak perlu berpanas-panas keluar kantor mencari makanan, dan bisa memilih makanan kesukaan. Tiba-tiba, dia kangen lagi dengan tempe bacem buatan ibunya. Tempe bacem kesukaannya. Tempe bacem yang juga disukai teman-temannya.

Dua hari yang lalu, Susi membawa lagi makanan dari rumah. Dia membawa banyak tempe bacem dan membagikannya pada teman-temannya di ruang makan. Semua temannya sangat senang bisa makan tempe bacem lagi.
Rasanya sudah bertahun-tahun mereka tidak makan tempe bacem. Padahal baru dua bulan. Susi terharu melihatnya.

Kini dia baru bisa mensyukuri keadaannya. Tidak perlu malu membawa makanan dari rumah. Pak Jono saja setiap hari selalu membawa makanan dari rumah. Padahal gaji dan kedudukan beliau kan lebih tinggi dari Susi? Untuk apa memboroskan uang gaji untuk makan mewah setiap hari?
Sepertinya dia mengorbankan uangnya untuk membeli makanan yang lebih mahal hanya untuk kenikmatan sesaat dan untuk menuruti perasaan sombong akibat naik gaji dan naik jabatan.

Hari ini Susi membawa tempe bacem lagi karena kemarin banyak yang titip minta dibawakan. Malah mereka ingin membayar tempe bacem yang dibawanya. Susi tersenyum saja. Dia telah menemukan kenikmatan makan siangnya kembali.

Tadi siang ketika rapat, Pak Jono bertanya pada Susi:”Makan di mana
tadi.” Sambil tersenyum malu Susi menjawab:”Di ruang makan pak. Saya bawa dari rumah kok.” Pak Jono berhenti sebentar memandangnya lalu tersenyum sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

Senyum Pak Jono mengandung banyak arti. Sepertinya beliau tahu mengapa Susi berubah. Tapi Susi senang. Dia ingat: If you have more money, do not change your life ! You will be rich!

(Sumber:Milist)

mereka bilang aku pemilih dan kesepian
terlalu keras menjalani hidup
beribu nasehat dan petuah yang diberikan
berharap hidupku bahagia

reff:
aku baik baik saja
menikmati hidup yang aku punya
hidupku sangat sempurna
I’m single and very happy
mengejar mimpi mimpi indah
bebas lakukan yang aku suka
berteman dengan siapa saja
I’m single and very happy

mereka bilang sudah saatnya karena usia
untuk mencari sang kekasih hati
tapi kuyakin akan datang pasangan jiwaku
pada waktu dan cara yang indah

back to reff:

waktu terus berjalan tak bisa kuhentikan
kuinginkan yang terbaik untuk hidupku

back to reff:

~~~PADI FIELD~~~

DSC_0560a

Jangan Menyerah- D’Masiv

Jangan menyerah, itulah sebait kata yang dilontarkan dari lagu band D’Masiv yang bisa memberikan motivasi kepada kita semua untuk tidak menyerah kepada keadaan apapun keadaan kita dan selalu bersyukur atas apa yang diberikan oleh Tuhan YME. Terkadang kita jika dirundung masalah mudah stress, mudah menyerah dan patah semangat. Namun dengan lagu itu sebagai motivasi agar selalu semangat. Tuhan tidak akan mecoba hambanya diluar dari kemampuan hambanya tersebut, jadi pasti ada jalan keluarnya dan selalu berserah diri kepada yang maha kuasa. Berikut ini Lirik dari lagu D’Masiv tersebut.

Lirik Lagu D’Masiv – Jangan Menyerah

 

Tak ada manusia

Yang terlahir sempurna

Jangan kau sesali

Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah

Dapatkan cobaan yang berat

Seakan hidup ini

Tak ada artinya lagi

Reff 1:

Syukuri apa yang ada

Hidup adalah anugerah

Tetap jalani hidup ini

Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia

Yang terlahir sempurna

Jangan kau sesali

Segala yang telah terjadi

Back to Reff 1

Reff 2:

Tuhan pasti kan menunjukkan

Kebesaran dan kuasanya

Bagi hambanya yang sabar

Dan tak kenal Putus asa

Back to Reff 1

Back to Reff 2

~~~MANCING MANIA~~~

Trolling in Bone Gulf

Trolling in Bone Gulf

Intermezo

DSC_0533Hujan menyisakan gerimis dingin sore kemarin. Langkah-langkah kecilku terayun menyusuri jalanan yang basah. Ajakan beberapa teman untuk naik mobil jemputan tak kuturuti. Aku ingin sendirian. Merasakan kembali dinginnya hujan. Menikmati lagi gerimis yang terkadang membuat hati miris. Menghabiskan sore setelah pekerjaan yang menumpuk usai.

Berjalan sendirian dalam gerimis menyisakan tanya dalam hati. Kapan sesungguhnya semua akan berakhir. Semua yang akhir-akhir ini menyapaku dengan tidak ramah. Menghimpitku sehingga aku sulit bernapas. Mengganggu kehidupanku. Membuat hariku tak lagi penuh warna. Ah, tapi bukankah seseorang akan menjadi kuat jika ia tahan terhadap apapun juga yang terjadi dalam hidupnya, pikirku menghibur diri.

Cengeng, batinku bergumam saat gerimis jatuh dari sudut mata. Apapun yang terjadi sekarang adalah hasil dari pilihan di hari kemarin. Jadi terimalah semuanya dengan hati yang sabar, hiburku lagi. Kaki masih tetap melangkah pelan. Menikmati gerimis yang tetap jatuh meninggalkan tanah yang basah dihadapanku.

Syukurilah apa yang selama ini telah kamu dapatkan, sisi hatiku berbicara pelan. Jangan merasa bahwa kau orang yang kalah, katanya lagi. Sesuatu tidak bisa didapat hanya dengan sekedipan mata. Bila saat ini kau merasa tidak berarti, coba lihat kembali perjalananmu selama ini. Jangan dulu lihat hasilnya, lihatlah proses yang telah kamu lewati. Lihat apa-apa yang telah kamu perbuat selama ini.

Ayo, bangkit. Semua kesusahan pasti ada jalan keluar, optimislah. Jika kau rasa hidup orang lain ternyata lurus-lurus saja, disitulah seharusnya kamu bersyukur. Dengan melewati berbagai hal dalam hidup, sesungguhnya kamu sedang ditempa menjadi manusia pilihan, manusia tangguh yang tak gentar menghadapi apapun. Ayolah… bisik hatiku diantara gerimis yang tak jua berhenti.

Perjalanan dibawah payung diantara gerimis dingin yang menyapa lembut raga menghasilkan satu keputusan, bahwa aku harus tegar, tidak mudah memang, tapi ini sebuah keharusan! Apapun itu, aku pasti bisa melewatinya. Bukankah selama ini aku berusaha untuk selalu dekat denganNya? tak mungkin ia biarkan seseorang berada terus dalam kesempitan. Pasti ada saat dimana duka berganti. Pelangi pasti kan kembali hadir mewarnai hidupku. Aku harus menghadapi semua ini, ya, aku harus berani melewati ini semua sambil tetap berusaha dan tak berhenti berdo’a. Aku hanya perlu sabar menunggu waktu itu.

Bersyukurlah atas apapun yang pernah kamu dapatkan selama ini. Atas semua kesedihan yang membuatmu tegar. Atas semua kesusahan yang menjadikan dirimu tangguh. Atas segala kesempitan yang membuatmu selalu berusaha dekat denganNya. Juga bersyukurlah bahwa selama ini kau telah diberi kesempatan untuk terus berubah dan berubah untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari. Meskipun jalannya tak selalu mulus. Ada saat dimana kamu merasa terpuruk, terluka, tersakiti, tak berarti, tak berdaya, tapi itu tidak selamanya.

Bersyukurlah atas semuanya karena itu berarti Ia mencintaimu. Ia memberikan semua itu karena Ia ingin kau menjadi manusia pilihan, yang akan memberikan manfaat bagi lingkungannya, sekecil apapun manfaat itu. Percayalah, dan bersabarlah… bisik hatiku lagi, pelan, namun cukup membuatku tersenyum dan siap melewati kembali hari esok. Semoga.